Pengembangan inkubasi teknologi dan bisnis yang dilaksanakan di Universitas Airlangga mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2005 tentang Alih Teknologi Kekayaan Intelektual serta Hasil kegiatan Penelitian dan Pengembangan oleh Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian dan pengembangan. Tujuan dari PP tersebut adalah untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi guna kepentingan masyarakat. Aturan ini diperkuat dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha dalam usaha untuk meningkatkan daya saing nasional melalui penumbuh kembangan wirausaha baru yang tangguh, kreatif, profesional dan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia terdidik dalam menggerakan perekonomian dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Inkubator Bisnis dan Teknologi Universitas Airlangga merupakan salah satu bidang di bawah manajemen Lembaga Pengembangan Bisnis dan Inkubasi (LPBI). LPBI diresmikan melalui Keputusan Rektor Nomor 496/UN3/2017 di bawah naungan Wakil Rektor IV Bidang Holding University. Inkubator Bisnis dan Teknologi Universitas Airlangga merupakan salah satu bagian strategis LPBI untuk mengembangkan inovasi di Universitas Airlangga. Melalui manajemen inovasi satu pintu yang terdiri dari: (1) Inkubator Bisnis dan Teknologi, (2) Perlindungan Kekayaan Intelektual, dan (3) Alih Teknologi, LPBI berusaha untuk mengembangkan iklim inovasi dan kewirausahaan sivitas akademika Universitas Airlangga. Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 760/UN3/KR/2020 tanggal September 2020, dibentuk Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga (BPBRIN UNAIR) yang merupakan perluasan tugas dan pokok dan fungsi LPBI UNAIR.

Inkubator Bisnis dan Teknologi Universitas Airlangga melalui tahapan pra inkubasi, inkubasi dan pasca inkubasi  berupaya untuk menciptakan dan mengembangkan perusahaan rintisan  dari sivitas akademika Universitas Airlangga yang memiliki nilai ekonomi dan berdaya saing tinggi dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui fasilitas gedung dan layanan Inkubator Bisnis dan Teknologi Universitas Airlangga diharapkan terjadinya pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih luas melalui terbentuknya wirausaha muda

Setelah berjalan hampir 3 tahun dengan berbagai dinamisasinya, sebagai  update dan upaya peningkatan kualitas layanan Inkubator bisnis dan teknologi Universitas Airlangga, maka perlu disusun suatu Kurikulum Pembinaan dan Pendampingan Startup yang lebih up to date dan mendukung kearah bidang fokus Life Science dan Teknologi Informasi serta searah dengan  tujuan hilirisasi produk inovasi Universitas Airlangga. Kurikulum yang komprehensif  yang tersusun diharapkan dapat juga diimplementasikan oleh Lembaga Inkubator lain yang berada di wilayah Jawa Timur atau juga di seluruh Indonesia.

Berdasarkan uraian diatas maka sangat krusial untuk dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) terkait dengan update penyusunan Kurikulum Pembinaan & Pendampingan Startup  dengan tema “Sinkronisasi Inovasi dan Inkubasi” Dengan adanya kegiatan FGD ini diharapkan dapat dihasilkan dokumen  update Kurikulum Pembinaan dan Pendampingan yang komprehensif sehingga proses inkubasi start up  berbasis teknologi yang memanfaatkan hasil riset dosen atau mahasiswa UNAIR, dapat melakukan scale up menjadi perusahaan mandiri dan sukses dengan memiliki daya saing  di tingkat nasional maupun internasional

  1. Tujuan
    1. Memperoleh masukan dari stakeholder internal dan eksternal UNAIR terkait Kurikulum Pembinaan dan Pendampingan Startup.
    2. Memberikan masukan, dukungan dan komitmen kepada  IBT LPBI Universitas Airlangga dalam rangka percepatan hilirisasi invensi Universitas Airlangga dan melahirkan perusahaan mandiri berdaya saing
  2. Manfaat
    1. Menguatkan infrastruktur  kurikulum  Inkubator Bisnis dan Teknologi Universitas Airlangga
    2. Menghasilkan perusahaan start up berbasis teknologi yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
  3. Outcome
    1. Tersusunnya Standar Kurikulum Pembinaan dan Pendampingan Startup.
    2. Kerjasama mentoring antar lembaga inkubator
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *